Kita hidup terikat pada terlalu banyak hal. Begitu banyak hal yang mendefinisikan kita. Nama, jenis kelamin, usia, pekerjaan. Apa jadinya jika kita kehilangan salah satunya? Misalnya, 'wajah' kita. Apakah hidup ini akan sengsara, atau bahagia? Drama ini dimulai dari sana. Hal-hal yang benar-benar penting tidak terlihat. Mungkin, hal-hal seperti 'cinta'. Ada seorang wanita yang hidup untuk dilihat. Han Se-gye. Suatu hari, dia menderita penyakit aneh: sebulan sekali, selama sekitar seminggu, dia berubah menjadi orang lain. Dengan kondisi yang begitu aneh, profesi apa pun akan sulit, tetapi kasus Se-gye lebih khusus lagi. Dia adalah seorang aktris, dia harus menunjukkan 'wajah'-nya di TV, di layar. Selain itu, dia adalah aktris terkenal yang hebat. Ada seorang pria yang hanya percaya pada apa yang dia lihat. Seo Do-jae. Suatu hari, dia menderita penyakit yang membuatnya tidak dapat mengenali wajah siapa pun di dunia ini. Penampilan, kekayaan, kemampuan, semuanya sempurna dalam hidupnya, namun ada cacat yang begitu kuat. Bagi pewaris generasi ketiga sebuah konglomerat, seorang direktur maskapai penerbangan, cacat berarti kejatuhan. Han Se-gye, yang hidup dalam ketakutan bahwa tidak ada yang akan mengenalinya, dan Seo Do-jae, yang berpikir bahwa dia tidak akan pernah bisa mengenali atau mencintai siapa pun. Keduanya bertemu, menjadi wanita yang dapat dikenali dalam bentuk apa pun, Han Se-gye, dan pria yang dapat dikenali dalam bentuk apa pun, Seo Do-jae. Genre drama ini adalah romansa penyembuhan yang tak terduga dan kacau! Apa itu keindahan? Se-gye, yang menganggap penampilan lebih penting daripada siapa pun, dan Do-jae, yang menganggap penampilan tidak berarti. Keduanya bertemu dan mencari keindahan sejati. Apa yang mendefinisikan saya? Penampilan? Atau batin? Drama ini mencoba mengajukan pertanyaan, dengan ringan namun mendalam.