Usia delapan belas, hati yang jatuh tanpa henti dengan bunyi gedebuk. Usia dua puluh tujuh, meski tahu tak seharusnya berharap. Di pertemuan reuni setelah 9 tahun, Myung bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Sunho. Melayang di antara percakapan yang bersemangat, Myung bangkit dan pergi, diikuti oleh Sunho. "Kamu tidak berubah apa pun, kecuali rokokmu." Ingatan keduanya mengarah ke masa SMA mereka, ke hari-hari musim panas yang mempesona di mana mereka saling tertarik tanpa bisa ditahan.