Pada Februari 2016, kebangkrutan Hanjin Shipping, perusahaan pelayaran peringkat 1 nasional dan peringkat 7 dunia, menyalakan tanda bahaya bagi industri maritim Korea Selatan. Kini, dengan pandemi COVID-19 yang menyebabkan krisis logistik belum pernah terjadi sebelumnya, lini ekspor yang mendorong perekonomian Korea berada dalam keadaan darurat. Sejauh mana dominasi tak henti-hentinya dari Maersk Denmark, yang memimpin 'permainan ayam' mematikan di masa lalu, akan terbentang? Pada April 2018, Korea Selatan bertujuan untuk membangun kembali industri maritimnya melalui 'Rencana Lima Tahun Rekonstruksi Maritim' dan pesanan 12 kapal kontainer terbesar di dunia berkapasitas 24.000 TEU oleh HMM. Pertempuran laut untuk menjadi kekuatan maritim dimulai.