Seorang anak laki-laki mendambakan kasih sayang ayahnya, namun sang ayah hanya peduli pada memancing. Suatu hari, ketika ayahnya meninggal karena pneumonia, rasa kehilangan anak itu berubah menjadi obsesi terhadap barang-barang milik ayahnya. Di dalam gua imajiner, anak itu mengutuk kerabat yang mengambil sepeda dan pancingan ayahnya, lalu berhasil membalas dendam. Namun, kutukan itu mulai melahap jiwa sang anak.