Jong Soo, anak dari keluarga Korea-Vietnam, masih belum fasih berbahasa Korea. Ji Hee, teman sekelas yang suka menulis puisi, membantu Jong Soo mengerjakan buku harian, PR bahasa Korea, dan latihan menyalin. Ji Hee akan segera pindah ke Seoul, dan Jong Soo ingin memberinya puisi sebagai hadiah perpisahan, tetapi itu tidak mudah. Dengan perasaan bingung, Jong Soo pergi ke toko alat tulis untuk membeli kertas kraft yang disukai Ji Hee, di mana ia bertemu dengannya dan secara kebetulan belajar puisi darinya.