Dua wanita menunggu seseorang di kafe. Membaca buku atau minum di tempat janji hanyalah tindakan untuk bertahan melewati menit-menit penantian yang membosankan dan canggung itu. Sebenarnya, di benak wanita itu saat menunggu seseorang dipenuhi oleh pikiran-pikiran lain. Saat rangkaian pikiran membosankan yang membawanya ke sini berakhir, harapan untuk bertemu menjadi jauh dan ia pun pergi. Namun, saat pertemuan yang ditunggu-tunggu akhirnya terjadi. Pikiran-pikiran kosong itu menghilang, dan ruang serta dirinya sendiri dipenuhi warna.