Dengan latar belakang seperti rumah pedesaan beranda dan karakter-karakter yang memancarkan aroma lokal, film ini membentangkan sepotong kenangan nostalgia. Mando, yang tinggal bersama neneknya, suatu hari menerima hadiah sekotak krayon, merasa senang dan pergi ke sekolah dengan gembira. Namun, saat pelajaran seni, Mando disalahpahami sebagai pencuri oleh Kyung Sik, pemimpin geng jalanan, yang lupa krayonnya sendiri di rumah. Setelah dipukuli habis-habisan, Mando menggambar dengan krayon yang patah dalam perjalanan pulang, tertidur, dan dalam mimpinya menghabiskan waktu bahagia bersama orang tuanya. Saat neneknya menggendong Mando yang tertidur pulang, hari pun beranjak senja. Ini adalah karya berkualitas yang memadukan gaya gambar hitam-putih yang kasar, konten liris, serta harmoni lagu-lagu anak-anak kuno dan musik rakyat.