Karya ini terinspirasi dari Sang Buddha berbaring di Kuil Unju, Hwasun, Jeonnam. Di masa lalu, di antara masyarakat yang berkumpul dan hidup di dekatnya, ada legenda bahwa jika seribu Buddha dan seribu pagoda didirikan dalam satu malam, langit dan bumi akan terbuka dan dunia rakyat akan datang. Bahkan di tengah penderitaan sejarah yang divisualisasikan melalui citra kuat seperti algojo dan iblis, rakyat hidup dengan kerinduan bahwa Sang Buddha berbaring pada akhirnya akan bangkit.