Jin-young, putri kedua, yang telah melewati usia tiga puluh tahun dan masih menjadi pencari kerja. Ayahnya yang pendiam, yang lebih nyaman beristirahat di kursi lipat pabrik daripada di rumah. Dan ibu mereka, yang merupakan satu-satunya penghubung antara ayah dan anak perempuan yang tidak berkomunikasi ini. Begitulah keluarga tiga orang itu hidup bersama. Suatu hari, sang ibu meninggal mendadak karena kecelakaan, hanya menyisakan ayah dan anak perempuan di rumah besar tempat mereka tinggal.