Latar belakang sejarah adalah tahun 1930-an, di bawah penjajahan Jepang. Kehidupan rakyat jelata menjadi miskin karena penindasan dan perampasan oleh Jepang, sementara segelintir kolaborator Jepang hidup menumpang pada kekuatan Jepang dan melakukan segala macam kejahatan. Itu adalah masa-masa kelam seperti terowongan, di mana kemarahan rakyat dan semangat perlawanan mencapai puncaknya. Film ini menceritakan kisah seorang ayah kolaborator yang berusaha menikahkan putrinya, Seung-hee, dengan putra Nomura, seorang tokoh berpengaruh di Jepang.