Jisook bekerja sebagai instruktur di Smile Club, sebuah program terapi tawa di perusahaan asuransi. Dia menekankan pentingnya tawa, dan tampak ceria sepanjang waktu. Namun, dalam kenyataannya, dia merasa hidup itu sulit dan melelahkan. Suatu hari, hidup menjadi lebih rumit ketika putranya, Jaeho, melakukan kekerasan terhadap teman sekelasnya, Donghyun – yang kebetulan adalah putra Heesoo, pemimpin Smile Club. Karena Heesoo adalah klien penting, insiden tersebut menempatkan Jisook dalam posisi yang cukup sulit.