Seonjae, seorang penduduk Pulau Jeju, telah lama bekerja di kafe milik Yangsoo. Suatu hari, area sekitar kafe ditetapkan sebagai lokasi bandara kedua Jeju, yang memaksa Yangsoo untuk menjualnya. Mau tak mau, Seonjae harus mencari pekerjaan baru—tantangan yang sulit mengingat gangguan pendengarannya.