Proyek kereta gantung Oseak di Taman Nasional Seoraksan, yang dua kali ditolak, hidup kembali hanya dengan satu kata dari presiden, dan orang-orang berkumpul lagi untuk menuntut penolakan ketiga. Latar belakang proyek ini mengungkap adanya kolusi antara Federasi Bisnis Korea dan tokoh-tokoh kuat di pemerintahan, yang tampaknya berakhir dengan gelombang besar "Revolusi Lilin". Namun... hantu pembangunan bangkit kembali. Proses ini bukan hanya masalah lingkungan semata, tetapi juga mengajukan pertanyaan tentang cara masyarakat kita menyelesaikan konflik.