Tubuhnya terbaring di unit perawatan intensif rumah sakit, tetapi jiwanya, atau lebih tepatnya pikirannya, mengembara di dataran kosong. Dia lebih menyukai tempat yang tenang ini daripada dunia nyata yang riuh, tetapi suatu hari kedamaiannya terusik ketika dia bertemu dengan 'seseorang' dalam situasi yang sama. Orang itu mengejar sutradara, melontarkan banyak pertanyaan, dan terus-menerus mengajaknya bicara.