Di depan rakyat, ia tampil sebagai anggota parlemen yang bersih dan dapat dipercaya yang memperjuangkan rakyat jelata. Namun, dalam kenyataannya, ia menganggap rakyat jelata sebagai pelayannya sendiri dan menjadikan kebohongan sebagai keharusan mutlak untuk terpilih kembali untuk keempat kalinya. Suatu hari, sesaat sebelum pemilihan, anggota parlemen Joo Sang-sook, yang baginya berbohong semudah bernapas, tersambar petir. Dalam semalam, ia kehilangan kemampuan untuk berbohong dan mendapatkan mulut yang hanya mengatakan kebenaran. Kehilangan senjata terkuatnya, yaitu kebohongan, hidupnya benar-benar terguncang…