Byung Hoon, yang menderita obsesi kebersihan dan gangguan panik, menyelesaikan tugas-tugas rumah yang dianggap sepele oleh orang lain layaknya sebuah perang. Di akhir hari itu, ada hadiah sejati, terlepas dari menang atau kalah. Sesuatu yang selalu dimilikinya, tetapi entah sejak kapan tidak pernah benar-benar dilihatnya lagi. "Syukur meski dalam keadaan seperti ini."