Di dunia yang tidak bisa mendengar, hiduplah seorang pemuda dan seorang gadis muda yang berbicara dengan tangan alih-alih bibir. Sang pemuda, yang ingin menjadi pemain sepak bola, dan sang gadis, yang ingin menjadi guru, segera jatuh cinta. Namun, karena tuli, mereka tidak dapat mewujudkan impian mereka. Sang pemuda menjadi tukang kayu dan sang gadis menjadi penjahit, lalu mereka menikah. Cinta mereka berbuah manis, mereka dikaruniai seorang putri cantik dan seorang putra yang sehat. Dua anak tumbuh di dunia yang bisa mendengar, mereka berbicara dengan suara dan juga dengan tangan. Meskipun orang tua mereka tuli, mereka sendiri terlahir sebagai pendengar. Berbeda dari yang lain, mereka terlebih dahulu belajar bahasa isyarat lalu bahasa lisan. Namun, mereka belajar cara berekspresi orang dewasa lebih cepat dari siapa pun dan menjadi penerjemah bagi orang tua mereka yang tuli, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan dunia sejak dini. Suatu hari, Bora, putri berusia 16 tahun, tiba-tiba mengumumkan akan keluar dari sekolah dan melakukan perjalanan ke India, sementara putra bungsu, Kwanghee, yang masih SMP, juga keluar dari jalur "normal" dan memilih sekolah menengah alternatif. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?