Meng-gu (diperankan oleh Lee Chang-hoon), seorang penampil di klub malam, terus-menerus dihantui oleh mimpi-mimpi yang tidak masuk akal, mendambakan luar angkasa, alien, dan UFO. Suatu hari, ia membuka pintu keluar darurat misterius yang terlarang dan melakukan perjalanan waktu ke masa lalu. Ia tiba di sebuah desa kecil bernama Chilgol-ri selama periode invasi Jepang pada tahun 1930 dan tepat waktu menyelamatkan Pil-nyeo, yang diintimidasi oleh orang Jepang (Nakamura), dan menjadi ksatria berbaju zirah di hatinya. Ia menginap di sebuah kedai kumuh yang agak jauh dari desa dan menghukum Nakamura yang penuh dendam dalam taruhan minuman. Kemudian, ia secara kebetulan bertemu dengan guru akademi Bongseonhwa dan menjadi murid akademi. Orang-orang Jepang yang jahat menuduh Meng-gu sebagai pejuang kemerdekaan dan menyiksanya dengan kejam. Namun, ia dibebaskan dengan bantuan Pil-nyeo dan suaminya. Ketika beberapa siswa akademi Bongseonhwa direkrut secara paksa, Meng-gu tidak menyerah dan meramalkan kekalahan Jepang. Setiap kali orang Jepang yang jahat mengintimidasi penduduk desa (para siswa akademi), Meng-gu, yang menyamar sebagai Batman yang adil, muncul, mengalahkan orang Jepang yang jahat, dan memberikan harapan kepada penduduk desa. Suatu hari, berita kekalahan Jepang diumumkan, dan penduduk desa Chilgol-ri merayakan kegembiraan pembebasan. Bagian kedua: Pil-nyeo dan Meng-gu menjalin cinta yang indah dan akhirnya menikah. Kembali ke kenyataan, Meng-gu menceritakan segalanya kepada rekannya di klub, Yo-gyu.