Sebuah drama kemanusiaan penemuan yang menggambarkan kehidupan terakhir Choi Je-u, sosok nyata yang tidak gentar mati demi mengatasi keterasingan yang parah dan mempertahankan keyakinannya! Komposisi gambar yang cermat menonjolkan montase internal, napas dramatis yang dapat disebut sebagai estetika gerakan dalam ketenangan, berbagai penghormatan yang mengisyaratkan 'kekuatan batin' sinematik sutradara, dan efek suara yang sama halusnya dengan visual, sekali lagi membuat kita mengajukan pertanyaan mendasar: 'Apa itu sinema?'