Pengacara muda dan berbakat Kim In-seo (diperankan oleh Kim Min-jong) naik bus ke Gangneung atas undangan untuk memberikan kuliah khusus di universitas. Tiba-tiba, ia melihat seorang wanita, Choi Seong-ju (diperankan oleh Lee Ah-hyun), yang mengejarnya. Dia adalah seorang wanita karier yang percaya diri dan menarik yang ia temui dalam kencan buta malam sebelumnya. Namun, terlepas dari pendekatan aktif Seong-ju, In-seo tetap tenang secara mengejutkan... Sebaliknya, dengan wajah muram seperti pemandangan musim dingin, ia mulai menceritakan kisah cintanya yang terpendam. Dua tahun lalu, In-seo pergi ke galangan kapal di Geoje untuk mengurus masalah paten. Pada hari kedatangannya, ia berteman dengan para pekerja dengan bermain jokgu (permainan bola tradisional Korea) dan berkenalan dengan Hwa-yeon (diperankan oleh Kim Yu-mi), seorang pekerja lapangan, seorang transgender. In-seo merasakan hasrat yang kuat terhadap kemurnian dan pesonanya yang tak tersentuh, tersembunyi di alam liar, dan mendekatinya seperti lelucon. Usulan In-seo yang dibuat sebagai lelucon bahwa mereka hanya berkencan selama setahun melukai hati Hwa-yeon. Di pesta perusahaan, Hwa-yeon, yang tidak dapat mengendalikan emosinya, menjadi sangat mabuk. In-seo mengantarnya pulang. Membawanya di punggungnya, ia dengan susah payah mendaki bukit kawasan industri tempat rumahnya berada. Itu adalah rumah terpencil di tepi laut, tertutup pohon-pohon palem eksotis. Tiga wanita hidup sendirian di sana: Hwa-yeon, neneknya, dan ibu Hwa-yeon yang menderita stroke. Nenek menyambut In-seo dengan hangat, dan In-seo bertanya tentang hutan palem yang menutupi bukit. Pohon-pohon palem, yang menjadi hutan sambil menunggu cinta yang takkan pernah kembali, dipenuhi kerinduan yang tak berujung. Saat mendengarkan kisah rahasia dan memilukan dari ketiga wanita yang terkait dengan hutan palem, hati In-seo mulai dipenuhi cinta pada Hwa-yeon. Namun, Hwa-yeon, dengan hati yang penuh kebencian, menyatakan bahwa ia tidak akan hidup menunggu cinta yang sia-sia seperti ibu atau neneknya, tetapi akan membakar hutan palem itu. Akhirnya, In-seo meninggalkan Hwa-yeon sendirian di pulau itu dan menuju ke Seoul seolah-olah melarikan diri. Akankah In-seo bisa melupakan Hwa-yeon? Akankah 'Hutan Pohon Palem' dapat mewujudkan cinta sejati mereka?