Jeong-su, seorang kepala bagian di dealer mobil, sedang dalam perjalanan pulang dengan gembira menjelang kontrak besar, ketika dia tiba-tiba terperangkap sendirian di dalam terowongan yang runtuh. Yang dimilikinya hanyalah ponsel dengan sisa baterai 78%, dua botol air, dan kue ulang tahun untuk putrinya. Setelah mendengar berita tentang insiden runtuhnya terowongan besar, pemerintah segera membentuk tim tanggap darurat. Kepala tim penyelamat, Dae-gyeong, mencoba berbagai cara untuk masuk ke terowongan yang sepenuhnya tertutup, tetapi upaya penyelamatan berjalan lambat. Sementara itu, Se-hyeon, istri Jeong-su, menyampaikan harapan kepada suaminya melalui radio yang hanya bisa didengarnya, dan tidak kehilangan harapan akan keselamatannya.