Sepuluh tahun telah berlalu sejak pompa bensin Pak direnggut habis oleh "Noma Keu". Sejak itu, ia terus-menerus dijarah oleh preman lokal dan geng motor. Kini, ia tidak tahan lagi dijarah begitu saja dan dengan berani menyatakan perang. Ia mempekerjakan karyawan yang unik: "Satu Pukulan" yang mampu menjatuhkan "Hyodor", "Tendangan Cepat" yang kakinya lebih gesit dari otaknya, "Mulut Besar" sang ahli adu mulut, dan "Pendengar" yang mengerti segalanya. Pak dengan senyum puas menunggu serangan geng motor. Namun, alih-alih geng motor, sekelompok preman muda yang dipimpin "Jjang-dol" dengan skuter menyerang pompa bensin, dan kejadian berlanjut ke arah yang tak terduga. Kelompok "Satu Pukulan" yang dipekerjakan Pak tetapi tidak terafiliasi; kelompok "Jjang-dol" yang bercita-cita seumur hidup merampok pompa bensin; bus tahanan kabur yang menghadapi krisis besar karena kebaikan petugas SPBU yang salah mengisi bensin solar dengan bensin; geng motor asli yang muncul untuk membalas dendam pada kelompok "Satu Pukulan"; dan bahkan polisi yang turun tangan untuk menangkap tahanan kabur... Berbeda dari rencana awal Pak, segalanya menjadi semakin rumit.