Saat masa sekolah, Jae-hwa, Yu-ja, dan Mi-ja selalu bersaing untuk posisi terbawah di kelas. Kini, mereka adalah gadis-gadis yang bertahan di desa nelayan yang telah ditinggalkan oleh para pemuda. Alasan mereka bertahan hanya satu, yaitu Jun-seop, satu-satunya pria lajang di desa tersebut. Meskipun hati Jun-seop tertuju pada Jae-hwa yang bekerja keras menghidupi keluarganya, kecemburuan Yu-ja dan sikap agresif Mi-ja membuat situasi menjadi rumit. Persaingan hidup mati ketiga wanita ini untuk memperebutkan sang bujangan membuat desa kecil yang penuh gosip itu menjadi gempar.