Incheol, seorang siswa kelas 5 SD, hilang setelah kapal yang ditumpanginya karam dalam perjalanan pulang dari program persahabatan dengan anak-anak dari pulau terpencil. Setelah terombang-ambing hingga mencapai garis batas utara, Incheol bertemu Dongman, seorang anak laki-laki Korea Utara seusianya. Karena tumbuh di lingkungan yang berbeda, kedua anak laki-laki itu awalnya merasakan hambatan komunikasi. Incheol terkejut mengetahui Dongman hidup dengan mengumpulkan barang bekas, sementara Dongman terpesona oleh kepolosan Incheol. Dongman menggandeng tangan Incheol untuk menyeberangi garis demarkasi militer, namun mereka terkena tembakan dari Utara. Kedua anak laki-laki itu tewas.