Dengan pengertian dan cinta dari istrinya, Ji-hyun, Kyung-mo menempuh jalannya sendiri dan menjadi DJ program musik di radio. Berkat kecerdasannya, program tersebut meraih popularitas besar. Namun, keluarga Kyung-mo mengalami kemalangan ketika ia didiagnosis menderita kanker rektum. Meskipun mendapat dorongan hangat dari orang-orang di sekitarnya, operasi Kyung-mo gagal dan bayang-bayang kematian perlahan mendekatinya. Ia meninggalkan sebuah puisi dan berpamitan kepada istri tercinta, anak-anaknya, teman-temannya, dan segala sesuatu yang ia cintai.