Kang Young-woo kehilangan penglihatan mata kirinya pada usia 15 tahun setelah terkena bola sepak. Setelah kehilangan ibunya, Young-woo membesarkan ketiga adik laki-lakinya. Menjadi tulang punggung keluarga, Young-woo bertemu dengan seorang wanita bernama Seok Eun-ok dalam situasi putus asa dan memulai hidup baru. Pasangan ini mempelopori pencabutan undang-undang yang tidak adil bagi penyandang disabilitas, memimpin pendirian bank mata, serta mendirikan perpustakaan bagi tunanetra dan mengembangkan buku audio braille. Dengan beasiswa, ia belajar di Amerika Serikat, mengatasi rasa rendah diri karena kebutaan, dan meraih gelarnya.