Melalui rasa sakit dan lika-liku kehidupan Seok, yang melarikan diri ke Korea karena kecewa dengan pria yang menikahinya demi harta, dan akhirnya memaafkannya, kita mempelajari kebenaran berharga bahwa kebahagiaan sejati manusia adalah cinta dan pengampunan. Selain itu, praktik cinta dan pengampunan tersebut terjadi dalam keyakinan bahwa kita diselamatkan dalam kasih Yesus. Seorang pewaris muda, yang hidup mengejar uang, juga menyadari betapa sia-sianya uang dalam kehidupan manusia dan tunduk dalam iman. Ji-seop, yang membawa hidupnya ke dalam ketidakbahagiaan dengan memimpikan kesuksesan dan kejayaan, juga menemukan kehidupan baru melalui cinta Seok yang penuh pengabdian.