Kang Cheol-jung, jaksa paling keras kepala di Kejaksaan. Ia sering mengunjungi klub pijat, lebih memilih tugas pengintaian sambil makan mi instan daripada menatap berkas di mejanya. Ia adalah jaksa impulsif yang tidak ragu menumpahkan darah bawahannya dan rekan kerja untuk menangkap penjahat. Namun, baik kemarin maupun hari ini, harinya selalu dimulai dengan "senyuman" dengan caranya sendiri. Saat itulah ia menerima kasus Han Sang-woo, ketua yayasan Myung-sun. Merasakan bahaya dengan naluri khasnya, jaksa Kang mulai menyelidiki kasus yang bukan tanggung jawabnya. SMA Myung-sun sebenarnya adalah almamater jaksa Kang, dan Han Sang-woo, putra kedua ketua yayasan, juga merupakan teman sekelasnya selama tiga tahun. Setelah kecelakaan putra sulung Yayasan Myung-sun, yang seharusnya mewarisi yayasan tersebut, Han Sang-woo menjadi ketua dalam sekejap mata. Pada saat yang sama, putra sulung Yayasan Myung-sun meninggal, dan keraguan muncul atas kematiannya, yang menyebabkan gelombang kejut besar dalam penyelidikan jaksa Kang Cheol-jung. Dengan demikian, Cheol-jung berhadapan dengan Sang-woo di kejaksaan sebagai orang yang diinterogasi.