K-DramaAnyLang
당신의 언어로 만나는 K-콘텐츠

Pahlawan Kita yang Terdistorsi (1992)

Han Byung-tae (diperankan oleh Tae Min-young), seorang guru les di Seoul, menerima kabar meninggalnya mantan gurunya di sekolah pedesaan dan berangkat ke sana. Di dalam kereta, ia mengenang masa-masa sekolah dasarnya. Pada tahun 1959, menjelang akhir pemerintahan Partai Liberal, Byung-tae (diperankan oleh Ko Jeong-il) pindah ke pedesaan Gangwon bersama ayahnya yang diturunkan jabatannya. Di sekolah barunya, ia bertemu Uhm Seok-dae (diperankan oleh Hong Kyung-in), ketua kelas yang mengendalikan murid-murid dengan kekuatan dan karisma yang tak terbantahkan. Byung-tae, dengan keberanian seorang siswa teladan dari Seoul, menentangnya. Namun, perlawanannya hanya membawa penderitaan baginya, karena murid-murid lain tidak berani menentang Uhm Seok-dae, dan guru wali kelas (diperankan oleh Shin Goo) secara tidak bertanggung jawab menyerahkan seluruh otoritas kepadanya dan memercayainya. Byung-tae akhirnya menyerah pada Uhm Seok-dae dan merasakan manisnya kekuasaan di bawah pengaruhnya. Sekitar April 1960, pada masa Revolusi April, guru wali kelas baru Kim Jeong-won (diperankan oleh Choi Min-sik) berusaha mendidik anak-anak dalam kebenaran dan kebebasan. Ia terus-menerus mendengar pujian tentang Uhm Seok-dae dari murid-murid dan guru-guru, tetapi merasa ada sesuatu yang tidak beres. Akhirnya, ia menemukan bahwa prestasi Uhm Seok-dae yang selalu menjadi peringkat pertama di sekolah selama bertahun-tahun sebenarnya adalah hasil dari murid-murid lain yang mengerjakan ujian menggantikannya. Ia menghukum Uhm Seok-dae dan murid-murid lainnya, dan para murid menurunkan Uhm Seok-dae dari posisi ketua kelas. Merasa dikhianati, Uhm Seok-dae berlari keluar kelas, kemudian diam-diam kembali ke sekolah pada malam hari, membakar kelas dan menghilang. Film kembali ke masa kini, di mana Byung-tae dan teman-temannya melihat Tuan Kim Jeong-won, yang kini menjadi anggota parlemen, di pemakaman. Mereka menunggu Uhm Seok-dae, tetapi hanya karangan bunga dengan namanya yang tiba.