Dia, yang menjalankan apotek pengobatan tradisional, memiliki seorang putri yang sudah waktunya menikah. Ketika putrinya jatuh cinta pada seorang dokter muda, dia membenci pengobatan Barat dan sangat tidak senang. Pada saat itu, atas saran teman-teman di lingkungannya, dia mencalonkan diri sebagai anggota dewan perwakilan rakyat. Namun, dia mengalami kekalahan telak dan akhirnya patah semangat, mengesampingkan kekeraskepalaannya, dan menyetujui pernikahan putrinya, sebuah karya yang menggambarkan suka dan duka rakyat jelata.