Young-gyu (Im Ha-ryong), yang menjalani hukuman penjara karena penipuan, meninggal karena gegar otak setelah dipaksa oleh bos mafia Jang Seok-jo (Kim Sang-joong) untuk bermain bisbol sehari sebelum bebas. Young-gyu meninggal tanpa sempat mewujudkan impiannya menjadi ayah terbaik bagi putranya, Won-tak (Lee Min-woo). Tidak rela meninggal, seorang malaikat mengunjunginya dan mendesaknya untuk segera ke surga karena banyak pekerjaan. Namun, Young-gyu, yang lebih menyayangi putranya daripada surga, mengungkapkan keinginannya untuk tetap menjadi ayah yang baik bagi putranya dan berkata, "Bahkan hanya sesaat, aku ingin menjadi sahabat terbaik Won-tak-ku." Seperti kata pepatah, perkataan menjadi kenyataan. Malaikat itu mengabulkan keinginannya secara harfiah. Ia membuat Young-gyu, seorang ayah paruh baya, terlahir kembali sebagai Dong-hoon (Ha Dong-hoon), seorang siswa SMA. Sementara itu, selain Young-gyu, malaikat itu memiliki satu jiwa lagi yang harus dijemput: Jang Seok-jo, teman satu selnya. Berbeda dengan Young-gyu, yang meninggal karena nasib buruk, Jang Seok-jo keluar dari gerbang penjara dengan bangga dan mengetahui organisasinya telah sepenuhnya dibubarkan. Yang tersisa baginya hanyalah tiga bawahan yang kurang cerdas. Seok-jo gemetar menghadapi kenyataan yang luar biasa, mengendarai Grandeur tahun 1980, terlibat perselisihan dengan geng motor, dan hampir mati dalam kecelakaan mobil. Sekarang, malaikat akan menyelesaikan misinya jika ia berhasil menjemput jiwa Seok-jo! Tetapi untuk membantu Young-gyu memenuhi permohonannya yang tulus, ia mulai ikut campur dalam kehidupan Young-gyu, alias Ha Dong-hoon, yang menjadi siswa SMA dengan meminjam tubuh Seok-jo.