Sang istri, yang dipenuhi kebencian atas perselingkuhan suaminya, memberikan luka fatal kepada putranya sebagai balas dendam lalu pergi dari rumah. Sang suami, yang mendedikasikan segalanya untuk putranya yang menjadi sengsara karena dirinya, menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa pulih sepenuhnya. Ia kemudian memotong alat kelaminnya sendiri, yang menjadi penyebab segala masalah, dan mendedikasikan segalanya untuk putranya. Akibatnya, luka-luka tersebut pulih sebagian untuk sementara waktu, tetapi tidak sempurna. Saat mereka hidup bersama dengan sedih, sang istri yang telah pergi kembali suatu hari, membawa keluarga menuju kehancuran yang lebih mengerikan.