Di tengah kota yang menjulang tinggi dengan gedung-gedung pencakar langit, masih ada kawasan kumuh di lereng gunung yang belum dibongkar. Di kawasan kumuh ini, hiduplah Gae-ttong-i, yang telah bekerja sebagai buruh pabrik sepatu selama 12 tahun. Terlahir tanpa diinginkan oleh siapa pun, ia menjalani hidup yang penuh dengan perundungan dan penelantaran. Ia tidak pernah punya teman, juga tidak pernah bersekolah, hidup seperti 'manusia purba' di zaman modern. Suatu hari, Seon-ju mengunjunginya. Ia selalu mengumpat di setiap kata, tidak memiliki satu pun ciri cantik, tetapi selalu mengulurkan tangan hangat kepada Gae-ttong-i. Semakin dalam perasaannya terhadap Seon-ju, semakin Gae-ttong-i tersiksa oleh ingatan mengerikan masa kecilnya yang terus menghantuinya seperti bayangan. Apa sebenarnya yang terjadi pada Gae-ttong-i di masa lalu itu?