3,5 juta won, jumlah yang tidak terlalu banyak namun juga tidak sedikit. Seorang wanita mencari mantan pacarnya setahun setelah putus untuk menagih uang yang dipinjamnya. Namanya adalah Hee-soo. Satu tahun, waktu yang terasa panjang sekaligus singkat. Seorang pria berusaha keras mencari uang untuk melunasi utang 3,5 juta won kepada mantan pacarnya. Namanya adalah Byung-woon. Di suatu Sabtu pagi yang cerah, di tengah angin dingin awal musim dingin, Hee-soo memasuki arena pacuan kuda. Ia mencari-cari dan akhirnya menemukan Byung-woon. Begitu mata mereka bertemu, kata pertama yang diucapkan Hee-soo adalah: “Kembalikan uangku.” Hee-soo sudah berusia di atas tiga puluh tahun. Ia tidak punya pacar, tidak punya pekerjaan, dan tabungannya kosong. Ia benar-benar seorang wanita lajang pengangguran. Tiba-tiba, ia teringat uang 3,5 juta won yang dipinjamkan kepada Byung-woon. Ia pun bertekad untuk mendapatkan uang itu kembali. Byung-woon pernah menikah, namun bercerai setelah dua bulan. Ia mencoba berbagai bisnis tetapi gagal dan malah terlilit utang. Kini, ia hidup berpindah-pindah membawa koper setelah menarik uang deposit sewa rumahnya. Byung-woon, yang dulunya bercita-cita menjadi joki, bertemu dengan Hee-soo di arena pacuan kuda. Untuk membayar utangnya, Byung-woon mulai meminjam uang dari kenalan-kenalan wanitanya. Meski Hee-soo merasa heran dengan taktik Byung-woon yang terus meminjam uang dari sana-sini, ia tetap membiarkan Byung-woon masuk ke mobilnya dan mereka mulai berkeliling untuk menagih, atau lebih tepatnya meminjam uang. Dulu ia menyukai Byung-woon karena sosoknya yang ceria, perhatian, dan tampan, namun kini ia tidak bisa lagi memercayai pria yang tidak punya rencana hidup itu. Setahun lalu mereka adalah sepasang kekasih, hari ini mereka adalah kreditur dan debitur... Di hari musim dingin yang singkat ini, matahari mulai terbenam dan jumlah uang pun bertambah. Sebuah “hari yang canggung” bagi mereka berdua pun berakhir.