Lee Hoon, seorang pianis berbakat, tiba-tiba terserang stroke saat menempuh pendidikan doktoral di Amerika Serikat. Kelumpuhan tangan kanannya seolah menghancurkan mimpinya menjadi pianis dan bahkan kehidupan sehari-harinya. Namun, melalui guru pianonya semasa kecil, Nyonya Jeon Young-hye, ia mengetahui bahwa bermain piano hanya dengan tangan kiri dimungkinkan, dan ia kembali memiliki harapan. Dengan doa dan bantuan penuh kasih dari ibunya, Poong Ok-hee, Lee Hoon mengatasi keputusasaan dan memulai kembali penampilannya sendiri, hanya dengan tangan kirinya.