Dinding beton berjamur, rumah gersang yang tak pernah tersinari matahari. Di sanalah Ryu Ho hidup seorang diri. Ia makan nasi dingin yang disiram air dan seperti kebiasaan, mengganti-ganti saluran TV tabung, itulah seluruh kegiatannya sehari-hari. Suatu hari, ia menemukan pemandangan asing di TV. Seorang pria dengan wajah yang sama persis dengannya hidup di dalam layar. Pria itu, tidak seperti Ryu Ho, kehilangan sebelah kakinya, tetapi ia membangun keluarga yang hangat dan harmonis bersama istri dan putra kecilnya di rumah yang sederhana. Sejak menemukan saluran itu, Ryu Ho perlahan mulai merindukan kehidupan yang tidak dimilikinya.