Deok-jung, seorang sopir taksi yang terbiasa berbicara tentang kematian, setelah didiagnosis menderita penyakit mematikan, membeli mesin penjual otomatis kopi bekas yang mirip dengannya untuk mencari makna terakhir dalam hidupnya. Merasa kasihan pada Jeong-suk, seorang pendamping karaoke yang sudah tidak laku yang ia temui secara kebetulan di asrama, ia mengajukan tawaran hubungan kontrak dengan syarat ia merawat mesin penjual otomatis tersebut. Jeong-suk, yang lelah dengan kesulitan hidup, dan Deok-jung, yang ingin melarikan diri dari kesepian, diam-diam saling menghibur luka mendalam masing-masing, menjalin hubungan istimewa. Deok-jung meninggalkan mesin penjual otomatis itu sebagai warisan bagi Jeong-suk, yang membuat hidupnya istimewa, lalu meninggal dunia. Mesin penjual otomatis tua itu menjadi awal kehidupan baru bagi Jeong-suk.