Seorang sutradara asing, yang mengakui tidak fasih berbahasa Korea, membawa kameranya dan menuju gang-gang Euljiro. Gang di dekat Cheonggyecheon ini, yang sejarahnya berasal dari Dinasti Joseon, dipenuhi dengan bengkel-bengkel yang ditandai oleh tangan para pengrajin, di mana mata pencaharian, hubungan, dan ingatan orang-orang yang telah bertahan di tempat yang sama selama puluhan tahun terjalin erat. Di kota Seoul yang tanpa wajah ini, hanya tempat inilah yang memancarkan kehangatan manusia. Terdapat tidak hanya bangunan kuno, tetapi juga sejarah dan ingatan orang-orang, dan yang terpenting, hubungan dan komunitas di antara orang-orang masih hidup. Namun, dengan dalih "revitalisasi kota", Euljiro kini sedang dibongkar.