Film ini menunjukkan pembubaran komunitas yang disebut keluarga, yang dalam karakter Tionghoa berarti 'mulut yang makan' (shik-gu), menggunakan konsep siaran makan atau memasak yang sedang tren saat ini. Ide cemerlang untuk mewujudkan cita rasa dan gaya 'masakan rumahan' sungguh brilian. Anggota keluarga yang terdiri dari ayah pebisnis, ibu ibu rumah tangga, dan putri pelajar menggunakan fantasi mereka sebagai resep pribadi untuk 'masakan rumahan' mereka.