Satu tahun setelah darurat militer, pemberontakan, dan alun-alun, seberapa banyak realitas diskriminasi dan kebencian telah berubah? Mengapa kita sekarang membutuhkan undang-undang anti-diskriminasi untuk 'melawan ekstrem kanan yang mengancam demokrasi'? Suara-suara warga, yang menghubungkan pengalaman diskriminasi sehari-hari dengan kesetaraan, berkumpul untuk menciptakan alun-alun baru. Sekarang, kita kembali menuju kesetaraan!