Seorang penyandang disabilitas menanggung eksploitasi dan pelecehan di tengah ketidakpedulian keluarga, masyarakat, dan institusi, akhirnya ditipu bahkan dari uang tunjangan yang menjadi harapan terakhirnya, lalu mengakhiri hidupnya. Ia melompat dari atap gedung tanpa dikenang siapa pun, setelah itu rumor tentang 'hantu kursi roda' menyebar dan gedung itu ditinggalkan. Pemilik gedung memanggil YouTuber, polisi, dan dukun untuk mengusir hantu, tetapi semuanya gagal. Hantu itu bukanlah roh pendendam biasa, melainkan kemarahan kolektif dari mereka yang mati dalam pengabaian sosial. Akhirnya, seorang dukun perempuan penyandang disabilitas muncul, mendengar bahasa hantu itu dan menghadapi penderitaannya semasa hidup. Sang dukun memahami kesedihan hantu itu, melakukan ritual penghormatan arwah, dan akhirnya, untuk menenangkan hantu itu, ia melakukan ritual terakhir di depan rumah istri pemilik gedung, yang juga seorang penipu dan direktur perusahaan sosial. Suara yang diabaikan masyarakat terus bergema.