Terbebani oleh pemecatan paksa dan kelelahan, Seok-in, yang kehilangan arah hidupnya, melakukan perjalanan ke Florence, Italia, tempat semangat masa mudanya bersemi. Di sana, ia bertemu kembali dengan kenalan lama, Yu-jeong, dan menghadapi kenangan serta emosi yang ia tinggalkan di masa lalu. Dalam terang dan bayangan kota, waktu di Florence diam-diam memberinya sedikit keberanian untuk dapat menjalani kembali hidupnya.