Surga pria ini telah hancur, terkoyak oleh iblis. Tuhan memegang nasib seorang pria di Tangan-Nya, tetapi kedamaian tidak ditemukan di dalamnya. Baginya, nubuat yang dibisikkan para peramal seperti kabut yang berlalu, sekadar kelopak bunga yang berserakan di tanah. Keheningannya adalah jeritan.