Dua pemuda yang kabur hidup dengan impian tentang pulau utopia dan bertemu seorang wanita yang hidup sendiri di antara pasangan yang bercerai. Ketiganya berbagi kesamaan sebagai orang yang terpinggirkan dan ditinggalkan, tetapi mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat berbagi emosi atau solidaritas yang mendasar, mirip dengan serangga yang terperangkap dalam cangkir. Setelah berpisah dari wanita itu, mereka merasa perpisahan di antara mereka juga tak terhindarkan.