Di usia sembilan tahun, Yeo-min adalah siswa kelas tiga di desa pegunungan, seorang anak laki-laki yang bijaksana dan penuh tanggung jawab. Ia menjaga kedamaian di lingkungannya dengan menaklukkan perundung sekolah, berbagi makan siang dengan Ki-jong yang hidup sebatang kara bersama kakaknya, dan berjualan es krim demi membelikan kacamata hitam untuk ibunya yang sakit mata. Ia adalah putra yang baik dan dapat diandalkan bagi orang tuanya yang miskin, serta teman yang keren dan setia kawan di sekolah. Di usia sembilan tahun, Yeo-min merasa telah banyak belajar tentang dunia, mulai dari mahir menulis dikte hingga lancar menghafal perkalian. Baginya, segala sesuatu tampak jelas. Namun, suatu hari, kedatangan Jang Woo-rim, gadis angkuh dari Seoul, membuat kehidupan tenang Yeo-min seketika kacau. Perasaan berdebar yang aneh dan baru pertama kali dirasakan ini mengguncang dirinya. Ia mencoba meminta saran dari Pal-bong, pemuda di lingkungannya, namun pria itu hanya sibuk mengurus masalah cintanya sendiri. Akhirnya, Yeo-min menyatakan cintanya kepada Woo-rim melalui surat. Namun, surat itu jatuh ke tangan guru dan tersebar ke seluruh sekolah, hingga membuat hubungan mereka rumit dan Yeo-min bahkan dituduh mencuri uang Woo-rim. Saat semua usahanya untuk membantu orang lain justru berujung masalah, cobaan di usia sembilan tahunnya mencapai puncak. Akankah Yeo-min mampu mengatasi semua rintangan dalam pekerjaan, cinta, persahabatan, dan keluarga untuk melewati masa sulit di usia sembilan tahun pertamanya dengan selamat?