Saat ini kita hidup di era bencana, seperti pemanasan global, perubahan iklim ekstrem, penurunan keanekaragaman hayati, dan ancaman kepunahan. Krisis-krisis ini menimbulkan kebutuhan akan refleksi mendasar tentang antroposentrisme dan hubungan antara manusia dan non-manusia. Dalam konteks ini, film ini mencoba membayangkan dunia tanpa kita dan menekankan bahwa dunia tempat kita tinggal lebih dari sekadar dunia manusia. Siput dan semut masing-masing membayangkan dan menyanyikan tentang 'dunia tanpa kita' dan 'dunia yang melampaui manusia'.