Sejak kecil kehilangan orang tua, Ju-sil menikah dengan buruh di kebun buah milik kakeknya, namun hatinya telah tertambat pada pemuda desa bernama Young-jae. Young-jae dan buruh kebun terlibat perkelahian sengit hingga keduanya tewas. Tinggal seorang diri, Ju-sil membawa kesedihan, berjalan sendirian di ladang saat senja.