Sebuah kamera di lokasi syuting rusak. Woo-hyun, yang tunanetra, bersama temannya Ha-yan, yang tunarungu, mencari pelaku yang melarikan diri. Film ini dipersiapkan, difilmkan, dan diselesaikan sejak tahap perencanaan sebagai film bebas hambatan (barrier-free), dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang akses film bagi penyandang disabilitas dan film bebas hambatan.