Choi Jin-bae, orang Korea, dan Nyein Thazin, orang Myanmar, adalah pasangan internasional. Tujuh tahun lalu, Choi Jin-bae, yang bekerja di kantor pemerintahan di Mandalay, Myanmar, bertemu Nyein Thazin dan menikahinya. Setelah menikah di Korea, mereka berencana kembali ke Myanmar. Namun, karena COVID-19, rencana kepulangan dibatalkan, dan pasangan itu tinggal di rumah mereka di Gongeung-dong, Nowon-gu, Seoul. Suatu hari, Choi Jin-bae menerima foto dari Myanmar. Foto itu menggambarkan desa yang hancur setelah kudeta. Dia menerima permintaan dari rakyat Myanmar untuk memberi tahu dunia tentang realitas negara mereka, dan mulai memegang kamera. Kehidupan biasa sebuah keluarga segera mengarah pada pertanyaan tentang penderitaan, solidaritas, dan etika dokumentasi.