K-DramaAnyLang
당신의 언어로 만나는 K-콘텐츠

Simon Kim Sung-soo: Kami yang Terbaik (2023)

Uskup Simon Kim Sung-soo, yang menjabat sebagai Uskup Keuskupan Seoul Gereja Anglikan Korea dan Administrator Provinsi pertama, adalah pribadi yang selalu berada di sisi mereka yang paling membutuhkan dan berjalan bersama mereka. Dimulai dengan pendirian Sekolah Khusus Santo Petrus pada tahun 1974, sekolah khusus pertama untuk penyandang disabilitas intelektual di Korea, di mana ia menjabat sebagai kepala sekolah pertama, ia mendedikasikan hidupnya untuk penyandang disabilitas dan kaum terpinggirkan. Bahkan setelah pensiun, ia mendirikan 'Desa Kami', sebuah komunitas rehabilitasi vokasional bagi penyandang disabilitas intelektual di Pulau Ganghwa, dan menobatkan dirinya sebagai 'kepala desa'. Melalui kehidupan Uskup Kim Sung-soo sendiri yang merefleksikan hidupnya, serta wawancara dengan keluarga, kenalan, rohaniwan, dan umat yang telah menempuh perjalanan hidup bersamanya, kita dapat melihat sekilas kehidupannya, yang selalu ingin menangis bersama orang-orang yang menangis di tempat-tempat terendah. Uskup Kim Sung-soo sendiri juga merupakan pribadi yang mengalami pengucilan dan diskriminasi. Di era ketika diskriminasi begitu parah sehingga tidak mungkin untuk bertugas di militer hanya karena penampilan yang berbeda karena keturunan campuran, ia membentuk keluarga multikultural bersama istri Inggrisnya, Nyonya Frieda Kim, dan membesarkan anak-anak mereka. Nyonya Frieda Kim, seorang kolega dan pendukung kuat Uskup Kim Sung-soo, sebagai aktivis perempuan dan pendidik anak, mendirikan 'Sekolah Harapan', sekolah khusus untuk bayi dan balita, serta perpustakaan mainan pertama di Korea. Dengan mengikuti perjalanan hidup Uskup Kim Sung-soo, yang menunjukkan kehidupan praktik yang tak tergoyahkan melalui masa-masa penuh gejolak dan sejarah modern yang kelam, kita dapat mengamati apa itu kehidupan cinta dan praktik yang melampaui agama, ideologi, dan prasangka.